TryMediaDigital.com, Jakarta –Memasuki akhir Januari 2026, pasar komoditas global dikejutkan dengan lonjakan harga emas yang kembali menembus rekor sejarah. Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, logam mulia mengukuhkan posisinya sebagai aset safe havenutama yang paling diburu oleh investor institusi maupun ritel.

Update Harga Emas Dunia

Berdasarkan data terbaru dari World Gold Council pada Kamis (29/1/2026), harga emas internasional bertengger di level US$ 5.583,88 per troy ounce (setara dengan kurang lebih Rp 93,6 juta dengan kurs Rp 16.761 per dolar AS).

Penting untuk dicatat bahwa dalam perdagangan dunia, satuan yang digunakan adalah troy ounce (31,103 gram), sebuah standar pengukuran logam mulia yang telah digunakan sejak abad ke-16. Di pasar domestik Indonesia, tren ini berdampak langsung pada harga ritel yang kini rata-rata berada di kisaran Rp 3,1 juta hingga Rp 3,3 juta per gram.

Mengapa Harga Emas Melonjak Drastis?

Kenaikan agresif sebesar 27% sejak awal tahun 2026 ini dipicu oleh “badai sempurna” dari berbagai faktor fundamental:

  • Krisis Utang dan Ketidakpastian Ekonomi AS: Pembengkakan utang pemerintah Amerika Serikat memicu kekhawatiran sistemik, membuat investor beralih dari dolar ke emas sebagai pelindung nilai.
  • Ketegangan Geopolitik Iran-AS: Retorika keras antara Presiden Donald Trump dan pihak Iran terkait fasilitas nuklir meningkatkan risiko konflik terbuka, yang secara historis selalu mendorong harga emas ke atas.
  • Dominasi Bank Sentral & Arus Dana Baru: Bank sentral di berbagai negara terus memperkuat cadangan devisa mereka dengan emas. Menariknya, sektor kripto kini mulai mendiversifikasi portofolionya dengan mengalokasikan 10-15% aset ke emas fisik.
  • Kebijakan Moneter Federal Reserve: Sikap The Fed yang mempertahankan suku bunga tinggi di tengah inflasi yang belum stabil menciptakan ketidakpastian di pasar finansial.
  • Efek Psikologis Pasar: Reli harga yang sangat cepat (naik 64% pada tahun 2025) menciptakan momentum beli yang kuat, meski para analis memperingatkan adanya potensi koreksi teknis dalam jangka pendek.

    Ringkasan Harga Ritel di Indonesia (Per Gram)

    Jenis Emas Harga Estimasi (29 Jan 2026)
    Antam (Butik LM) Rp 3.168.000
    Antam (Pegadaian) Rp 3.304.000
    UBS Rp 3.275.000
    Galeri 24 Rp 3.260.000